Instalasi Graphical Network Simulator (GNS) sebagai Lab Virtual Cisco pada Ubuntu


Menurut situs GNS, Graphical Network Simulator (GNS) adalah sebuah simulator yang digunakan untuk membangun sebuah simulasi jaringan yang kompleks.  GNS berjalan dengan integrasi aplikasi-aplikasi lain untuk menyediakan simulasi yang akurat dan komperhensif. Aplikasi-aplikasi tersebut antara lain :

  • Dynamips, yang berfungsi untuk simulator Cisco IOS
  • Dynagen, interface berbasis text yang berfungsi mengontrol Dynamips
  • Qemu, emulator dan virtulisasi open source
  • VirtualBox, perangkat lunak virtualisasi yang powerfull

GNS adalah sebuah perangkat lunak pelengkap yang sangat baik untuk simulasi yang mendekati nyata (laboratorium nyata) bagi insinyur jaringan, administrator jaringan dan tentunya bagi mereka yang sedang dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi seperti, Cisco CCNA, CCNP, dan CCIE dan juga untuk mereka yang ingin mengejar sertifikasi Juniper JNCIA, JNCIS, dan JNCIE.

Dukungan dan  integrasi VirtualBox (unofficial version) saat ini memungkinkan system engineer dan Administrator untuk membangun sebuah lab virtual  untuk RedHat (RHCE, RHCT), Microsoft (MSCE, MSCA), Novell(CLP) dan sertifikasi-sertifikasi lain. Selain itu, GNS bersifat open sources dan multiplatform, sehingga memungkinkan GNS bisa digunakan pada berbagai sistem operasi seperti Microsoft Windows, Linux, dan MacOS.

GNS juga menyediakan dukungan untuk integrasi dengan wireshark untuk melakukan analisa segment, packet, ataupun frame padal layer TCP/IP. Dukungan integrasi ini memungkinkan Anda bisa untuk mengetahui setiap layer TCP/IP yang bekerja pada Lab Virtual anda. Sifat GNS yang virtual memungkinkan rancangan jaringan virtual yang Anda bangun bisa diakses melalui komputer lain dengan port-port yang telah Anda ataupun GNS tentukan.

Secara sederhana saya dapat menilai GNS salah satu bentuk Lab Virtual yang sangat baik untuk pembelajaran terutama bagi mereka yang sedang mengejar sertifikasi dan network engineer. Menggunakan GNS sebagai Lab Virtual serasa memiliki perangkat asli tapi palsu(virtual ghitu loh). Bagi yang kurang uang saku di dompet untuk membeli perangkat asli dengan jumlah yang memadai untuk membangun sebuah uji coba maka GNS salah satu solusi terbaik yang anda punya saat ini.

Cisco sendiri memiliki perangkat lunak simulator untuk mempermudah proses belajar Anda seperti Packet Tracer, namun Packet Tracer bisa dikatakan Lab Virtual yang tertutup dan terbatas. Sementara GNS, batasan nya hanya resource komputer anda (RAM, CPU dan lain sebagainya), hal ini karena GNS menggunakan Cisco IOS langsung untuk bisa berjalan. Di setiap kelebihan selalu ada kekurangan, begitu pula dengan GNS. Kelebihan yang dimiliki GNS sebagai Lab Virtual di isi dengan kekurangan bahwa GNS tidak bisa berjalan kecuali Anda memilki Cisco IOS yang berasal dari perangkat Cisco Anda langsung, sehingga untuk bisa menggunakan GNS anda harus melakukan ekstrak Cisco IOS dari perangkat Cisco anda yang asli.

Okeh, cukup bicara teori nya….

Sekarang mari mencoba untuk menginstall GNS pada Ubuntu anda… tuliskan sintaks dibawah ini pada terminal linux ubuntu anda:

sudo apt-get install gns3 dynamips qemu wireshark

Okey setelah proses instalasi anda selesai, buka unity dan ketik gns kemudian klik icon GNS maka akan tampil antarmuka sebagai berikut :

GNS3_020

Pada bagian samping kiri pada antarmuka diatas Anda disediakan perangkat-perangkat Jaringan Cisco, Juniper, Swicth, ATM, IDS Qemu Host dan Cloud. Perangkat-perangkat virtual diatas bisa anda tambahkan pada jika anda memiliki Firmware atau IOS. Okey selanjutnya buka menu Edit->IOS image and hypervisor seperti pada gambar dibawah ini :

Menu_021

Setelah itu akan muncul antarmuka sebagai berikut :

Preferences_030

Pada tab IOS Image, anda disediakan sebuah fitur untuk menambah Image dari system operasi dari Cisco, Juniper maupun Qemu. Seperti yang Anda lihat pada gambar diatas pada label Settings, Anda bisa memilih OS Image dan mengatur platform serta model dari OS Image anda. Biasanya jika Anda memiliki Image Cisco IOS, Default RAM yang digunakan oleh Cisco sudah secara default ditentukan akan tetapi anda bisa menambah jumlah penggunaan RAM sesuai kebutuhan Anda. Jika Anda telah mengisi field-filed pada label Setting jangan lupa untuk mengklik tombol save untuk menyimpan OS Image yang telah Anda inputkan.

Untuk melakukan pengaturan terhadap Qemu Host (Virtual Machine) agar anda bisa membuat sebuah mesin virtual untuk menjalankan Sistem Operasi yang berbeda, buka menu Preference->Qemu seperti pada gambar dibawah in :
Menu_022

Preferences_030

 

Pada gambar diatas anda bisa memasukan OS Image untuk sistem operasi yang akan berjalan sebagai virtual machine. Field-field yang dibutuhkan antara lain :

  • Identifier name sebagai nama virtual machine
  • Binary Image sebagai path OS Image Sistem Operasi Anda
  • RAM yang akan digunakan untuk menjalankan virtual machine
  • Number of NICs untuk mengatur jumlah kartu jaringan Anda
  • NIC Model untuk menentukan Model kartu jaringan yang Anda inginkan
  • Qemu Option jika anda memerlukan opsional untuk pengaturan tambahan dalam menjalankan Qemu
  • Use KQemu untuk menjalankan Qemu dalam bentuk KDE
  • Use KVM (Linux Only) untuk mengatur kernell based virtual machine (tentunya ini khusus untuk sistem operasi linux)

Jika anda telah seleasi maka langkah selanjutnya mengklik tombol save untuk menyimpan inputan data Anda.

 

Okey, tutorial dengan kasus akan dibahas selanjtunya… to be continued….

Sumber Rujukan : http://www.gns3.net

Tutorial Cisco Static Routing


Okey kali ini ane akan membahas mengenai static routing pada cisco. Tools yang ane gunakan adalah Cisco Packet Tracer versi 5.3, soo untuk bisa mengikuti tutorial ini download terlebih dahulu cisco packet tracer versi 5.3. Okey begini topology nya…

Screen_Shot_2012-04-06_at_3.42_.12_AM_

berikut ini tabel nya :

No Nama Perangkat Interface IP Address Subnet Mask Gateway
1 R1 Fa0/0 172.30.0.2 255.255.255.252 N/A
R1 Fa0/1 172.30.2.1 255.255.255.0 N/A
2 R2 Fa0/0 172.30.0.1 255.255.255.252 N/A
R2 Fa0/1 172.30.1.1 255.255.255.0 N/A
3 PC A FastEthernet 172.30.2.2 255.255.255.0 172.30.2.1
4 PC B FastEthernet 172.30.1.2 255.255.255.0 172.30.1.1

Okey… ane akan berikan contoh melakukan konfigurasi berdasarkan tabel diatas. Langsung saja….

Konfigurasi R1

Klik pada R1 dan masukan sintaks berikut ini :

Router>enable
Router#conf t
Router(config)#hostname R1
R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#ip address 172.30.0.2 255.255.255.252
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#ip address 172.30.2.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit
R1(config)#ip route 172.30.1.0 255.255.255.0 172.30.0.1
R1(config)#end
R1#copy run start

Konfigurasi R2
Klik R2 dan masukan sintaks berikut ini :

Router>enable
Router#conf t
Router(config)#hostname R2
R2(config)#int fa0/0
R2(config-if)#ip address 172.30.0.1 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#ip address 172.30.1.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit
R2(config)#ip route 172.30.2.0 255.255.255.0 172.30.0.2
R2(config)#end
R2#copy run start

Okey selanjutnya lakukan konfigurasi pada PC A dan PC B berikut ini contoh gambarnya :
PC A

Screen_Shot_2012-04-06_at_3.45_.39_AM_

PC B

Screen_Shot_2012-04-06_at_3.46_.09_AM_

Silahkan di analisa apa yang sedang terjadi dengan perintah show ip route pada masing-masing router untuk bisa memahai apa yang sedang terjadi… dan satu lagi… teman terbaik anda adalah google… silahkan cari dengan kata kunci routing table cisco untuk bisa memahai lebih lanjut….
selamat mencoba….